Selasa, 19 Januari 2016

DISTRIBUSI PROBABILITAS KONTINU

Diskrit dan Kontinu

Kedisktritan suatu sistem dapat dilihat dari perubahan keadaan sistem dari waktu ke waktu. Jika perubahan keadaan yang terjadi hanya pada waktu tertentu, bukan pada setiap titik waktu, maka dikatakan sistem diskrit. Dalam hal lain dikatakan sistem kontinu.
Dalam membuat suatu simulasi, harus sesuai dengan perilaku sistem. Dari sistem diskrit, akan dijumpai variabel diskrit, untuk sistem kontinu, akan dijumpai variabel kontinu. Contoh mendapatkan variabel diskrit dengan menghitung jumlah produk cacat, jumlah sumber daya manusia, jumlah mesin yang dibutuhkan. Contoh mendapatkan variabel kontinu dengan menggunakan alat ukur, berat kemasan, tekanan udara, waktu antar kedatangan, waktu proses.
Dari variabel diatas didapatlah data pengamatan, tidak hanya sifatnya yang harus kita ketahui, tetapi pola penyebarannya juga harus kita ketahui, maka kita pelajari mengenai pola distribusinya. Agar simulasi yang kita lakukan nantinya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Pendugaan Pola Distribusi

Kita perlu mengetahui pola distribusi dari data pengamatan, sehingga pada saat melakukan simulasi nantinya, pola distribusi variabel acak yang diambil akan sesuai dengan pola distribusi data yang sebenarnya.
Ada beberapa cara yang bisa ditempuh :
  1. Ringkasan Statistik
a.    Beberapa distribusi dapat dikarakteristikan paling tidak oleh ringkasan statistik datanya. Dari ringkasan ini dapat diketahui keluarga distribusinya. Nilai-nilai pemusatan merupakan besaran statistik yang cukup penting guna menduga keluarga distribusi. Mean ( ) dan median ( ) misalnya, pada distribusi kontinu jika nilainya sama, maka dapat dipastikan bahwa kurva distribusi berbentuk simetris.
b.     Koefisien varian ( ) juga mempunyai peranan yang penting dalam menduga keluarga distribusi. Untuk nilai koefisien varian 1(satu) maka dapat diduga data berdistribusi eksponensial, jika lebih besar atau lebih kecil dari satu maka dugaan mengarah kepada ditribusi Gamma.
c.    Untuk distribusi diskrit, maka dari nilai rasio lexis () dapat diduga distribusinya. Jika nilai rasio lexis = 1 dugaan berdistribusi poisson, Jika nilai rasio lexis < 1 dugaan berdistribusi Binomial dan  Jika nilai rasio lexis > 1 dugaan berdistribusi binomial negatif.
d.    Kelandaian distribusi (Skewness)
Rumus Skewness = . Untuk distribusi simetris, skewness bernilai 0(nol), jika, skewness > 0 distribusi akan menjulur kekanan dan sebaliknya ke kiri. Misal nilai skewness = 2 berarti data berdistribusi eksponensial.

  1. Histogram dan Grafik Garis
Dari bentuk histogram data, maka memcerminkan pola distribusinya.

Distribusi Kontinu
Distribusi Kontinu memiliki sifat kontinu, data yang diamati berjalan secara berkesinambungan dan tidak terputus.

Distr probabilitas uniform kontinu

Uniform
Probability density function
PDF of the uniform probability distribution using the maximum convention at the transition points.
Using maximum convention


Cumulative distribution function
CDF of the uniform probability distribution.
Parameters
a,b \in (-\infty,\infty) \,\!
a \le x \le b \,\!
    \begin{matrix}
    \frac{1}{b - a} & \mbox{for }a \le x \le b \\  \\
    0 & \mathrm{for}\ x<a\ \mathrm{or}\ x>b
    \end{matrix}
     \,\!
    \begin{matrix}
    0 & \mbox{for }x < a \\
    \frac{x-a}{b-a} & ~~~~~ \mbox{for }a \le x < b \\
    1 & \mbox{for }x \ge b
    \end{matrix}
     \,\!
\frac{a+b}{2} \,\!
\frac{a+b}{2} \,\!
any value in [a,b] \,\!
\frac{(b-a)^2}{12} \,\!
0 \,\!
Excess kurtosis
-\frac{6}{5} \,\!
\ln(b-a) \,\!
\frac{e^{tb}-e^{ta}}{t(b-a)} \,\!
\frac{e^{itb}-e^{ita}}{it(b-a)} \,\!


Contoh

Pada suatu sentra telpon ternyata distribusi pelayanan telponnya berdistribusi uniform kontinu dengan minimal waktu 3 menit dan maksimal 5 menit.

Distribusi Normal
      Distribusi Normal merupakan model yang baik untuk mendekati frekuensi dari fenomena alam dan sosial jika sampelnya besar.

Normal
Probability density function
Probability density function for the normal distribution
The green line is the standard normal distribution

Cumulative distribution function
Cumulative distribution function for the normal distribution
Colors match the image above
Parameters
μ location (real)
σ2 > 0 squared scale (real)
x \in\mathbb{R}\!
\frac1{\sigma\sqrt{2\pi}}\; \exp\left(-\frac{\left(x-\mu\right)^2}{2\sigma^2} \right) \!
\frac12 \left(1+\mathrm{erf}\,\frac{x-\mu}{\sigma\sqrt2}\right) \!
μ
μ
μ
σ2
0
Excess kurtosis
0
\ln\left(\sigma\sqrt{2\,\pi\,e}\right)\!
M_X(t)= \exp\left(\mu\,t+\frac{\sigma^2 t^2}{2}\right)
\chi_X(t)=\exp\left(\mu\,i\,t-\frac{\sigma^2 t^2}{2}\right)
Dengan         X   :     Nilai tengah dari kelas distribusi
                          :     nilai rata rata
                           :     simpangan baku


Contoh :
      Curah hujan yang tercatat di stasiun Pengamatan Cuaca Tanjung Selor Kalimantan Timur selama 10 tahun terakhir rata-rata mencapai 2800 mm/th dengan simpangan baku 75 mm/th. Bila curah hujan mengikuti distribusi normal, hitunglah probabilitas curah hujan kurang dari 2675 mm/th atau lebih dari 2900 mm/th !
               


Distribusi Binomial
      Ciri-ciri :
-       Setiap percobaan hasilnya dapat dibedakan dalam 2 macam kejadian: berhasil (probabilitas dinyatakan dengan notasi p) atau tidak berhasil (probabilitas dinyatakan dengan notasi q = 1 – p )
-       Masing-masing percobaan merupakan peristiwa yang bersifat bebas yaitu peristiwa yang satu tidak mempengaruhi peristiwa yang lain.


Binomial
Probability mass function
Probability mass function for the binomial distribution
The lines connecting the dots are added for clarity


Cumulative distribution function
Cumulative distribution function for the binomial distribution
Colors match the image above
Parameters
n \geq 0number of trials (integer)
0\leq p \leq 1success probability (real)
k \in \{0,\dots,n\}\!
{n\choose k} p^k (1-p)^{n-k} \!
I_{1-p}(n-\lfloor k\rfloor, 1+\lfloor k\rfloor) \!
np\!
one of \{\lfloor np\rfloor-1, \lfloor np\rfloor, \lfloor np\rfloor+1\}
\lfloor (n+1)\,p\rfloor\!
np(1-p)\!
\frac{1-2p}{\sqrt{np(1-p)}}\!
Excess kurtosis
\frac{1-6p(1-p)}{np(1-p)}\!
 \frac{1}{2} \ln \left( 2 \pi n e p (1-p) \right) + O \left( \frac{1}{n} \right)
(1-p + pe^t)^n \!
(1-p + pe^{it})^n \!
Contoh :
         Menurut penelitian, probabilitas seseorang untuk sembuh dari penyakit anthrax yang diberi obat tertentu sebesar 60 %. Jika diambil 10 orang yang terjangkit secara acak, hitunglah probabilitas tidak lebih dari 2 orang sembuh.
                           Ditanya P( X ≤ 2 ) = P(X=0) + P(X=1) + P(X= 2)
                           

DAFTAR PUSTAKA



Senin, 29 Juni 2015

Pengertian Kutipan dan Catatan Kaki

Kutipan

     A.   Pengertian kutipan

kutipan adalah penggalan ekspresi atau ungkapan seseorang yang sebagian besar ditulis atau diucapkan, kemudian dimasukkan dalam ungkapan atau ekspresi orang lain. Kutipan dapat diambil dari buku, pidato yang ditranskrip, dialog dari film, koran, majalah, internet, ensiklopedia, artikel, kamus, maupun jurnal ilmiah.

     B.   Fungsi dan tujuan

Adapun fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut:
·        Meningkatkan estetika penulisan.
·        Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi.
·        Memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan daftar pustaka.
·        Kutipan dapat merangkum satu pokok bahasan yang akan disetujui atau dibantah/disanggah.
·        Kutipan dapat mengungkapkan satu pendapat atau evaluasi yang dapat menjadi bahan diskusi.
  
Sedangkan tujuan dari membuat kutipan adalah untuk menegaskan isi uraian atau untuk membuktikan apa yang dikatakan.

     C.   Jenis-jenis kutipan

Menurut jenisnya, kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan tidak langsung.

1. Kutipan langsung

Kutipan Langsung adalah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, misal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].

Contoh:
·          Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “terdapat kecenderungan semakin banyak ’campur tangan’ pimpinan perusahaan samakin rendah tingkat partisipasi karyawan di daerah perkotaan” (Soebroto, 1990:23).
·          “Ada informasi pesan singkat yang menyesatkan. Kami akan selediki terus karena sumbernya sudah ada,” kata Kepala Bidang (KABID) HUMAS Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, di Jakarta, sabtu (6/3)

       2. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )

Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
  • Kutipan pada catatan kaki
  • Kutipan atas ucapan lisan
  • Kutipan dalam kutipan
  • Kutipan langsung pada materi

Contoh :
·         Alqur’an memerintahkan umat islam agar menggunakan akalnya dalam mengamati hakikat alam semesta. Perintah semacam itu di antaranya termaktub dalam surrah arrum [30] ayat 22.
·         Dalam karangannya, lembaga tersebut kembali memperjelas bahwa panggalian tersebut hanya beberapa puluh meter dari masjid Al-Aqsha, dan semakin hari penggaliannya akan semakin di tingkatkan hingga mencapai kedalaman 10 meter, sampai ke area masjid Al-Aqsha (Eramuslim.com,16/3/2010).



Catatan kaki

          A.   Pengertian catatan kaki

Catatan kaki atau yang juga dikenal dengan istilah footnote adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Secara lengkap, Catatan kaki  adalah keterangan tambahan yang terletak di bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks karya ilmiah oleh sebuah garis sepanjang dua puluh ketukan (dua puluh karakter).

B.  Tujuan Catatan Kaki

Pencantuman catatan kaki diperlukan dalam penulisan karya ilmiah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sumber referensi yang menjadi kajian peneliti. Selain itu, penulisan catatan kaki juga mempunyai tujuan untuk :
    ·        Menyusun Pembuktian
Semua pernyataan yang penting,yang bukan merupakan pengetahuan umum harus didukung oleh pembuktian-pembuktian. Catatan kaki menunjukan kebenaran-kebenaran yang pernah dicapai oleh seorang pengaran lain dalam bukunya atau tulisan-tulisannya.Sebab itu referensi dalam catatan kaki dimaksudkan untuk menunjukkan tempat atau sumber dimana suatu kebenaran telah dibuktikan oleh orang lain.

     ·        Menyatakan Hutang Budi
Penunjukan sumber pada catatan kaki dimasukan pula untuk menyatakan hutang budi kepada pengarang yang dikutip pendapatnya. Dengan menyebut nama pengarang yang dikutip pendapatnya itu,penulis telah menyatakan hutang budi kepadanya.

     ·        Menyatakan Keterangan Tambahan
Catatan kaiki juga dimaksudkan sebagai keterangan tambahan untuk uraian. keterangan tambahan yang dimaksud dapat berupa :
1). Inti atau sari dari fragmen yang dipinjam.
2). Uraian teknis , keterangan insidental, atau materi yang memperjelas teks, atau informasi tambahan terhadap topik yang disebut dalam teks.

3). Materi-materi penjelas yang kurang penting seperti perbaikan, atau pandangan-pandangan lain yang
bertentangan.

     ·        Merujuk bagian lain dari teks
Catatan kaki dapat juga dipergunakan untuk menyediakan informasi kepada bagian-bagian lain dari tulisan itu . Misalnya penulis memberi catatan agar pembaca melihat atau memeriksa utaian padahalaman sebelumnya,atau hal-hal yang akan diuraikan.

C.  Fungsi Catatan Kaki

     ·        Menjelaskan referensi yang dipergunakan bagi pernyataan dalam teks (catatan kaki sumber atau reference footnote).
     ·        Menjelaskan komentar penulis terhadap pernyataan dalam teks yang dipandang penting, tetapi tak dapat dinyatakan bersama teks karena dapat mengganggu alur tulisan.
     ·        Sebagai keterangan mengenai suatu hal yang dikemukakan dalam karangan ilmiah di halaman tersebut.
     ·        Menunjukkan sumber lain yang membicarakan hal yang sama (catatan kaki isi atau content footnote).

D.  Unsur-Unsur Catatan Kaki

Penulisan Catatan Kaki Untuk Buku
     ·        Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.).
     ·        Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.
     ·        Nama atau nomor seri, kalau ada.
     ·        Data publikasi :
      ·         Jumlah jilid, kalau ada
      ·         Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis
      ·         Nama penerbit, diikuti koma di antara
      ·         Tahun penerbitan. tanda kurung
     ·        Nomor jilid kalau perlu.
     ·        Nomor halaman diikuti titik (.)

Contoh dari catatan kaki
____________________________________________________
1Muhammad Ibn ‘Abdillah alZarkasyiy, alBurhân fî ‘Ulum
alQur’an, Juz IV (Cet. I; Cairo: Dar Ihya’ alKutub alArabiyah, 1958 M/1377 H),h. 3435.

Minggu, 24 Mei 2015

PENGERTIAN ABSTRAK

Definisi

Abstrak yang mempunyai makna adalah sebuah paragraph yang mencakup atau ringkasan awal dari sebuah laporan atau tulisan ilmiah. Abstrak, menurut American National Standards Institute (1979), definisi abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Sedangkan menurut definisi umum, abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Pada umumnya abstrak diletakkan pada bagian awal sebelum bab-bab penguraian.

Contoh abstrak

Penelitian Deskriptif Mengenai Psikologi Sosial Masyarakat Kudus Terhadap Fatwa Rokok MUI

Oleh : Ikha Setya Aminati

Penelitian tentang “Dampak Fatwa Rokok Bagi Psikologi Sosial Masyarakat Kudus” bertujuan untuk memberi manfaat psikologi sosial masyarakat Kudus dalam permasalahan fatwa rokok.

Penelitian ini dilakukan dengan cara pembagian angket kepada masyarakat yang mempunyai rutinitas merokok serta studi pustaka. Sejumlah 54 angket yang kembali diperoleh hasil bahwa alasan merokok terbanyak adalah merokok untuk menghilangkan lelah yang ditunjukkan dengan presentase 33,33%.

Sedangkan responden yang merokok mengetahui bahwa rokok tersebut berbahaya bagi kesehatan tubuh adalah sebanyak 88,89%. Namun, dalam kenyataannya mereka tetap merokok untuk alasan-alasan yang tercantum pada tabel 1, ini terbukti bahwa perokok menerapkan teori pertentangan sebagai salah satu upaya untuk melakukan aktifitas merokok.

Tetapi, tidak selamanya teori pertentangan berlaku pada 54 orang responden. Hal itu terbukti dengan adanya kesadaran untuk berhenti merokok yang terdapat dalam tabel 2 sebanyak 66,67%.

Berdasarkan kenyataan yang diperoleh dari hasil tersebut, maka psikologi sosial bermanfaat dalam permasalahan fatwa rokok, berupa adanya kesadaran masyarakat untuk berhenti merokok. Sedangkan dampak fatwa rokok pada psikologi sosial masyarakat Kudus, berupa adanya penolakan terhadap fatwa rokok MUI. Kemudian bentuk dari psikologi sosial rokok dalam masyarakat adalah adanya teori pertentangan yang secara langsung dilakukan masyarakat sebagai upaya untuk melakukan aktivitas merokok.

Langkah-langkah penulisan Abstrak

1.  Awal kalimat merupakan kata benda.
2.  Terdiri dari maksimal 250 kata, diluar kata depan dan kata sambung.
3.  Dalam bentuk satu paragraf.
4.  Menggunakan spasi 1.
5.  Menggunakan huruf Times New Roman.
6.  Terdapat kata kunci yang terdiri dari maksimal 5 kata dan disusun secara alfabet.
7.  Ditulis sebelum bab pendahuluan.
8.  Rata kiri-kanan.
9.  Ditulis dengan huruf Times New Roman ukuran 12 pt.                       
10.Ringkasan atau ikhtisar karya tulis atau jika berbentuk karya tulis disusun dari tujuan penelitian, metode penelitian, variabel, sumber data, hasil pengujian, dan simpulan dari hasil penelitian tersebut serta implikasi yang tersusun dalam bentuk paragraph yang proposional.

Jenis Abstrak

1. Abstrak Deskriptif

  Sebagai abstrak deskriptif, Abstrak hanya menyajikan uraian yang sangat singkat tentang isi tulisan tanpa menyatakan apa yang dibahas dalam aspek-aspek yang tercakup pada tulisan itu sendiri. Dengan kata lain, untuk menjelaskan gagasan utama yang terdapat pada tulisan, Abstrak cukup disusun dalam kalimat tunggal sehingga Abstrak tidak memerlukan perincian yang bersifat detil ataupun contoh-contoh yang bersifat ilustratif. Pandangan penulis tentang karyanya pun tidak akan tampak dalam Abstrak. Pendek kata, pada Abstrak penulis hanya menyajikan hal-hal yang bertalian dengan topik atau menyajikan semata-mata tentang problematika yang terdapat dalam tulisannya.

Berikut di bawah ini merupakan satu contoh abstrak yang diambil dari artikel yang ditulis oleh Djoni Dwijono, “Mendayagunakan Komputer Pribadi secara Maksimal
dengan Ergonomics” dalam Buletin Informatika No. 13 tahun III/1997, hlm. 74 :
Konsep Ergonomics telah melahirkan inovasi-inovasi yang baru di bidang disain mesin dan selalu berkembang dari waktu ke waktu agar mampu menghasilkan mesin yang benar-benar memaksimalkan kemampuan dan daya kerja manusia. Akan tetapi dalam perkembangannya, ergonomics tidak hanya meliputi disain mesin melainkan juga meliputi cara kerja, prosedur-prosedur maupun lingkungan yang mendukung usaha kerja manusia berkat penelitian, pengembangan, dan inovasi yang kreatif.

2. Abstrak Informatif: Ringkasan (Precise)

   Ringkasan merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan dengan memperlihatkan urutan dari isi atau bab-bab yang terdapat dalam tulisan. Dalam bentuknya yang singkat itu, urutan tentang isi atau bab-bab tulisan disajikan secara proporsional. Pada prinsipnya di dalam ringkasan, gagasan dan pendekatan penulis telah tampak dan problematika berikut upaya pemecahan yang ada dalam tulisan disajikan berurutan sesuai bab-bab yang ada. Adakalanya ilustrasi juga disertakan dalam ringkasan.
Adapun ringkasan dapat dicontohkan dari karya terjemahan yang berjudulKomputer:

Tantangan Baru di Bidang Hukum yang diterbitkan oleh Airlangga Universiti Press pada
tahun 1991 :
Pembaca tidak harus memiliki pengetahuan yang mendalam baik dalam bidang Ilmu Hukum maupun Ilmu Informatika karena buku ini hanya menyajikan suatu sudut pandang sederhana tentang perubahan yang terjadi dalam ketentuan-ketentuan di bidang hukum dengan meluasnya penggunaan komputer. Bab pertama berisi uraian singkat mengenai cara kerja komputer dan empat bab berikutnya menguraikan akibat-akibat yuridis dari pengunaan komputer ditinjau dari Hukum Perdata, Hukum Pidana, dan Hukum Tata Negara. Dari bab lima hingga bab delapan berisi uraian yang meliputi cara kerja komputer, bank data, otomatisasi oleh penguasa hingga peran komputer di bidang pendidikan yang kesemuanya dapat menjadi titik perhatian para ahli hukum maupun perancang undang-undang. Akhirnya buku ini lebih merupakan sumbang pemikiran agar ilmu hukum dan praktek hukum mampu menjawab tantangan jaman karena masyarakat yang senantiasa berubah.

3. Abstrak Informatif: Ikhtisar (Summary)

  Abstrak yang berbentuk ikhtisar sebenarnya sering digunakan para penulis dalam membuat kutipan secara tidak langsung ataupun di dalam menyimpulkan suatu uraian. Sebagai salah satu bentuk abstrak, ikhtisar juga merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan namun tidak mempertahankan urutan bab-bab yang ada seperti halnya pada ringkasan. Dengan demikian, problematika dan upaya pemecahan yang tersaji dalam tulisan dijelaskan secara ringkas dan bebas tanpa memberikan penjelasan mengenai isi dari seluruh tulisan secara proporsional. Ilustrasi pun kadang juga diperlukan dalam sebuah ikhtisar.

Dari uraian mengenai Abstrak, Ringkasan, dan Ikhtisar, maka dapat diketahui bahwa uraian yang disajikan baik dalam bentuk ringkasan maupun ikhtisar sifatnya tidak sesingkat abstrak. Selain gagasan utama yang dikandung dalam tulisan, pada ringkasan maupun ikhtisar disertakan ilustrasi untuk menjelaskan aspek-aspek yang dibahas dalam tulisan. Pada ringkasan sekalipun penyajiannya menurut bab-bab yang ada, namun ada kalanya mengabaikan bab yang kurang penting seperti halnya pada penyusunan ikhtisar.

Sumber :